Langsung ke konten utama

Cinta Beda Agama

    Ini merupakan sepenggal kisah cerita cinta beda agama. Mungkin diantara kalian pernah mengalaminya. Hal tersebut sudah sering terjadi dan gak asing lagi untuk di dengar. Memang menurut sebagian orang biasa aja, tapi ada sebagian beranggapan itu gak boleh karena ada baiknya kita menjalin hubungan asmara dengan seiman kita. 



Kita gak akan pernah tahu kapan cinta itu datang dan kepada siapa kita jatuh cinta.

    Aku sangat setuju dengan quotes diatas. Karena itu memang adanya. Aku tidak pernah berpikir terlalu jauh apa resikonya. Banyak cibiran orang sekitar yang hanya ku anggap gak penting untuk ditanggapi. Begitu juga dengannya, dia selalu berkata : "Udahlah beb, gausa ditanggapi. Yang jalani kita bukan mereka." Kami menjalin hubungan dengan sewajarnya. Yang paling kusukai tidak adanya larangan ini itu. Dan kami nyaman dengan hubungan ini. Waktu semakin cepat berlalu, gak terasa sekarang kami udah kuliah. Pengen rasanya kuliah satu kota dengan dirinya, tapi apa daya kami lulus di Universitas yang berbeda. Mau gak mau ya harus LDR. Awalnya biasa aja. Tapi ntah kenapa aku merasakan titik jenuh. Tiba-tiba aku berpikir, "Seandainya kami bertahan sampai lulus kuliah, mau dibawa kemana hubungan ini? Kami beda agama. Salah satu diantara kami harus mengalah. Dan aku bertanya balik kepada diriku. Apa aku mau pindah agama? Apa dia yang harus mengalah?"
Setiap hari aku selalu memikirkannya tapi aku belum berani bertanya sama dia. Karena soal agama itu sangat sensitif.

Kegalauan ku sama dengan lagu ini 



Perbedaan mengalahkan rasa. Dan kita menyerah kalah pada keadaan.

Dan akhirnya aku berani bertanya kepada dia. Dan dia juga gak bisa jawab. Aku tersenyum kecut. Dan mengakhiri obrolan kami di HP. Tapi sejak itu kami jadi jarang berkomunikasi. Ntah apa yang terjadi. Rasanya berat untuk menyapa terlebih dahulu. Mungkin dia juga merasakan begitu. Aneh memang, padahal dulu tidak ada rasa canggung seperti ini. Selalu terbuka satu sama lain. Tapi ini sepertinya sebuah petunjuk, kalau semua ini harus diakhiri. Selang beberapa hari dia menyapa aku dari salah satu sosial media.

D= Dia
A= Aku

D : Hay... apa kabar?
A : Baik, kamu? 
D : Aku rasa kita udah beda. Aku gak tahu harus gimana. Aku udah pikiri percakapan kita kemarin.
A : Terus? Apa solusinya?
D : Ternyata kamu benar, ini semua harus diakhiri. Maaf kalau aku ada salah selama ini. 
A : Anjir... aku kok nangis? 
D : Makasih buat selama ini.
A : Ahhh lebay dah. 

(Chatt selanjutnya biar lah menjadi rahasia kami berdua.)


Tuhan kita cuma satu. Kita yang berbeda. Hingga tak mungkin menyatu. Cinta yang terluka. Kuterima semua ini, Sebagai rahasia. Biar kusimpan selamanya kau dihati ku.
     
      
Dan sekarang aku sangat bahagia mendengar dia udah punya pacar baru. Akhirnya dia menemukan yang lebih baik dari ku. Aku salut lihat dia yang bisa mencintai seseorang bukan melihat dari fisik. Dan aku beruntung pernah kenal dengannya. Dia pernah ngomong sama ku : "Suatu saat kau akan menemukan pria yang menjadikan kelemahan mu sebagai suatu kelebihan. Percayalah tidak semua pria melihat kecantikan wanita dari parasnya, melainkan dari hatinya." 

Dan aku percaya, Tuhan akan menunjukkan jalan terbaik. Sedih memang ketika kita melepaskan apa yang sudah kita pertahankan. Hubungan itu bukan hanya melibatkan dua orang saja. Tapi melibatkan dua keluarga yang berbeda karakter. Biarlah kisah ini menjadi kenangan yang manis di hidup ini. Karena melepaskan demi kebaikan itu lebih baik daripada mempertahankan tapi menyimpan kegundahan.


Salam dari aku penulis amatir
#R

*
*
assalamwailakum....
syalom.....







Komentar